Wajah Baru Perang di Tengah Kepentingan Geopolitik


Esai opini tentang pergeseran wajah perang modern yang tak lagi didorong oleh emosi dan mobilisasi massa, melainkan oleh tekn

Sudadi

Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979.

Minggu, 29 Maret 2026 | Opini

Ketika mesin sepenuhnya mengambil alih komando, perang akan kehilangan dimensi manusianya secara utuh. Di titik inilah dunia menghadapi sebuah paradoks yang mengerikan. Perang menjadi semakin canggih, terukur, dan terkendali, tetapi di saat yang sama, ia semakin berjarak dari nilai kemanusiaan. Ia kehilangan makna dan emosi yang dahulu membuatnya dapat dipahami—meski tak pernah bisa sepenuhnya dibenarkan.

Masa depan barangkali bukan tentang utopia sebuah dunia tanpa perang. Melainkan sebuah distopia di mana perang tetap berkecamuk secara konstan, namun tak lagi dikenali sebagai bagian dari pengalaman kehidupan manusia.

Halaman:
1 2

Oleh:
Sudadi
Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979.

Bagikan:
Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Menanam Negarawan, Merawat Republik

Opini - 05 Agustus 2026

Oleh: Shofwan Karim

Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.

Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Artikel Shofwan Karim tentang transformasi kebudayaan sebagai soft power dalam membangun peradaban dunia yang damai, inklusif

Pesona Budaya: Transformasi Kuasa Lunak Menuju Peradaban...

Opini - 22 Juni 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.