Namun, kemampuan berikut tidak memiliki tutorial instan:
Hal-hal tersebut hanya lahir dari pengalaman panjang.
Banyak sejarah besar dan strategi brilian terkubur begitu saja hanya karena pemiliknya merasa tidak nyaman masuk ke dunia media sosial yang dianggap remeh.
Ini merupakan kerugian intelektual bagi bangsa.
Jika kaum senior menjauh dari ruang digital, maka ekosistem informasi akan terus dipenuhi konten dangkal tanpa substansi.
Kehadiran tulisan dari para senior tentang berbagai palagan perjuangan—baik di medan tempur, meja perundingan, maupun birokrasi—merupakan sebuah legacy (warisan) yang sangat bernilai.
Generasi Z membutuhkan kompas, dan kompas itu terdapat pada catatan pengalaman mereka yang telah makan asam garam kehidupan.
Analisis ini mengajak kaum senior untuk tidak lagi menjadikan istilah "gaptek" sebagai tameng untuk berhenti berkarya.
Mendekatlah pada teknologi.
Jadikan platform digital sebagai mesin ketik modern untuk mewariskan nilai-nilai luhur.
Kehadiran tulisan seorang senior yang berbobot di media sosial tidak hanya akan mendapat penghormatan, tetapi juga menjadi penyeimbang di tengah arus disinformasi.
Oleh:
Sudadi
Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979
Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan
Opini - 25 Agustus 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA
Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...
Opini - 30 Juli 2026
Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.
Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...
Opini - 11 Juli 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
UU Tipikor Masih Lex Specialis? Membaca Ancaman Nyata KUHP...
Opini - 23 Juni 2026
Oleh: Dzikri Aziz Rahman