Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita Punya "Otak" Sendiri


Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.

Mahasiswa dan Dosen pembimbing Program Sarjana Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Kamis, 30 Juli 2026 | Opini

*Penulis adalah mahasiswa dan dosen pembimbing Program Sarjana Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, serta peneliti sistem kontrol otomatis ruang racik obat berbasis algoritma PID.

Halaman:
1 2

Oleh:
Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.
Mahasiswa dan Dosen pembimbing Program Sarjana Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Bagikan:
Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Artikel Shofwan Karim tentang transformasi kebudayaan sebagai soft power dalam membangun peradaban dunia yang damai, inklusif

Pesona Budaya: Transformasi Kuasa Lunak Menuju Peradaban...

Opini - 22 Juni 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.