Sepanjang yang terpantau via media, PR ini fokus kepada Tadarus al-Quran. Materi oleh para ustazd. Disampaikan secara klasikal. Siswa ditargetkan hafalan wajib untuk lulus progam. Untuk SD hafal Jus Amma. Untuk SMP hafal Surat As-Sajadah.
Sementara itu dalam media terpantau harapan Wako Kota Padang, Fadly pada peresmian tadi yang serentak dibuka untuk 1.100 Masjid dan Mushalla.
Di antaranya aktivasi SS untuk lebih modern dan terorganisir. Program ini merupakan bagian upaya penyiapan "Padang Juara" tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan landasan keagamaan yang kuat.
Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat aktif berkumpul dan menyukseskan pelaksanaan pesantren di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Padang menyiapkan hadiah umroh bagi pelajar yang menunjukkan prestasi dan kedisiplinan terbaik selama mengikuti PR.
Selain PR bagi siswa Muslim, Pemko Padang juga menyelenggarakan kegiatan pelatihan keimanan serupa bagi siswa non-Muslim. Program disebut Bina Iman (BI) itu untuk siswa Kristen dan Katolik. Satu perogram guna mewujudkan kerukunan dan penguatan iman lintas agama (inklusifitas). Program ini dibuka Wako 23 Feb dan akan berlangsung sampai 17 Maret ini. Diikuti 2500 murid, pelajar dan siswa.
Sepintas sangat ideal. Persoalannya, tentu amat terbatas waktu, dana, SDM dan kesediaan diri murid, pelajar dan siswa, keterlibatan aktif ASN dan lebih-lebih orang tua.
Dengan begitu, maka PR dan tentu juga BI bukan program tunggal. Program ini terjahit dan teranyam dalam program penciptaan SDM dalam 5 tahun kepemimpinan duet Fadly-Maigus. Bahkan sampai sepanjang masa ke depan.
Maka mulai sekarang, harus dipikirkan ataukah sudah tersosialiasialisi filsafat pendidikan Kementerian Agama yang disebut kurikulum cinta dan "deep learning" Kemendikdasmen?.
Kedua filsafat pendidikan itu berakar kepada belajar yang menyenangkan dan bermuara kepada kecerdasan, ketaqwaan dan inklusifitas. Wa Allahu ‘alam bi al-shawab.
Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.
Bahagia, Iman, dan Tanggung Jawab Sosial
Opini - 31 Maret 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.