Boleh Berbeda, Tetap dalam Kebersamaan


Artikel 'Boleh Berbeda, Tetap dalam Kebersamaan' oleh Shofwan Karim tentang Idul Fitri 1447 H, pentingnya persatuan umat, ser

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumatera Barat

Sabtu, 21 Maret 2026 | Kolom

Budaya berkampung, bernagari, dan berjorong turut memperkuat tradisi ini. Orang rantau mengirim zakat dan fitrahnya kepada mustahik di kampung halaman, sesuai penilaian mereka.

Varian penerima zakat ini telah berlangsung lama. Potensi zakat, wakaf, infak, dan hibah yang disebut Rp 327 triliun (nasional) itu sebenarnya telah dijalankan oleh umat Islam Indonesia.

Hanya saja, tidak semuanya melalui Baznas. Lembaga amil di Indonesia jumlahnya puluhan ribu. Bayangkan, ada 74.093 desa (2019). Di tiap desa, nagari, dan jorong, bisa jadi lebih dari satu lembaga amil.

Semua ini adalah panorama ibadah kolosal. Tak terbayangkan, bahwa Idul Fitri sekali setahun mampu membangun urat tunggang peradaban. Peradaban sebagai puncak budaya berbagi—dalam suka dan duka.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 133–134)

Maka, saat berbuka di akhir Ramadhan ini, mari kita campakkan semua pertikaian dan rajut sempurna kebersamaan. Allahu Akbar.

Halaman:
1 2

Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumatera Barat

Bagikan:
Sebuah refleksi mendalam tentang konflik global modern, kegagalan diplomasi, pelanggaran etika perang, serta urgensi perdamai

Paradoks Nurani: Elegi Teks di Bawah Bayang-Bayang Rudal

Opini - 17 April 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Tulisan reflektif tentang peran dan pengorbanan prajurit perdamaian Indonesia dalam misi PBB, dari sejarah Kontingen Garuda h

Catatan Seorang Prajurit Perdamaian

Esai - 04 April 2026

Oleh: Sudadi

Refleksi tentang kebahagiaan, iman, dan tanggung jawab sosial dalam perspektif Islam berdasarkan temuan Global Flourishing St

Bahagia, Iman, dan Tanggung Jawab Sosial

Opini - 31 Maret 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.