Wibawa yang Dibentuk oleh Waktu


Esai reflektif tentang makna senioritas, pengalaman hidup, keteladanan, dan pentingnya hubungan saling menghormati antara gen

Sudadi

Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979

Senin, 18 Mei 2026 | Opini

Apabila keduanya berjalan sendiri-sendiri, potensi besar bisa terbuang. Yang muda mungkin bergerak cepat tetapi kehilangan arah. Yang senior mungkin memiliki arah tetapi kurang energi untuk melangkah lebih jauh. Namun, ketika keduanya saling menghormati dan bekerja bersama, hasilnya akan jauh lebih kuat.

Pada akhirnya, senioritas bukanlah soal siapa yang lebih lama hidup, melainkan siapa yang mampu menjadikan waktu sebagai guru. Wibawa sejati tidak dibentuk oleh jabatan, usia, atau tuntutan untuk dihormati. Wibawa sejati dibentuk oleh pengalaman, kerendahan hati, dan kemampuan memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Halaman:
1 2

Oleh:
Sudadi
Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979

Bagikan:
Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Artikel Shofwan Karim tentang transformasi kebudayaan sebagai soft power dalam membangun peradaban dunia yang damai, inklusif

Pesona Budaya: Transformasi Kuasa Lunak Menuju Peradaban...

Opini - 22 Juni 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.