Menanam Negarawan, Merawat Republik


Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Shofwan Karim

Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005 dan Rektor UM 2005-2013, Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Rabu, 05 Agustus 2026 | Opini

Dalam tradisi pemikiran politik klasik, Plato pernah menggambarkan negara ideal dipimpin oleh mereka yang memiliki kebijaksanaan. Tentu kita tidak sedang menghidupkan kembali konsep philosopher king. Namun, gagasan bahwa pemimpin harus dibentuk melalui pendidikan yang serius tetap relevan. Demokrasi yang sehat memerlukan pemimpin yang tidak hanya memperoleh legitimasi melalui pemilihan umum, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, karakter etik, dan kemampuan mengelola kompleksitas persoalan bangsa.

Apabila URI mampu menjaga standar akademik, menjunjung meritokrasi, membuka ruang berpikir kritis, dan menanamkan etika pelayanan publik, kehadirannya dapat menjadi salah satu ikhtiar penting dalam memperkuat kualitas kepemimpinan nasional. Sebaliknya, apabila nilai-nilai tersebut diabaikan, institusi sebesar apa pun hanya akan menghasilkan administrator, bukan negarawan.

Republik ini sesungguhnya tidak sedang kekurangan gedung, regulasi, ataupun lembaga. Yang paling dibutuhkan adalah manusia-manusia yang memiliki kecerdasan untuk membaca zaman, keberanian untuk mengambil keputusan, dan kejujuran untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri sendiri. Di sanalah masa depan Indonesia sesungguhnya sedang dipertaruhkan.

Maka, ketika universitas mulai dipandang sebagai tempat persemaian negarawan, kita sedang berbicara tentang sesuatu yang jauh melampaui pendidikan. Kita sedang berbicara tentang upaya merawat republik melalui manusia. Sebab pada akhirnya, sejarah sebuah bangsa selalu ditulis oleh kualitas orang-orang yang dipersiapkannya untuk memimpin.

Halaman:
1 2

Oleh:
Shofwan Karim
Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005 dan Rektor UM 2005-2013, Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Bagikan:
Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.

Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Artikel Shofwan Karim tentang transformasi kebudayaan sebagai soft power dalam membangun peradaban dunia yang damai, inklusif

Pesona Budaya: Transformasi Kuasa Lunak Menuju Peradaban...

Opini - 22 Juni 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.