Bagaimana dengan mereka yang rajin ibadah mahdah (khusus) tetapi suka menyendiri, atau tidak peduli dengan lingkungan dan masalah sosial?
Al-Quran menegur orang yang berselimut di dalam Surat Al-Muddatsir (74) ayat 1-2, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk bangun dan memberi peringatan. Ini merupakan ajakan untuk gerak sosial (dakwah dalam makna lebih luas). Meninggalkan kemalasan untuk berinteraksi dengan masyarakat. Bukan hanya diam berselimut, dengan tujuan mengagungkan Allah, membersihkan diri dari dosa, dan bersabar dalam perintah-Nya, akan tetapi melakukan gerakan sosial yang positif.
Membangun dan menggerakan pendidikan, kesehatan, ekonomi, mendirikan pusat pengendalian sampah, melakukan gerakan peduli lingkungan hidup, membantu logistik mereka yang mermerlukan tetapi berketiadaan, peduli anak yatim, para lansia, anak-anak yang memerlukan bea siswa, membantu atau ikut memfasilitasi pengobatan orang sakit yang tak punya kemampuan.
Di dalam konteks paling mendesak sekarang adalah puasa dalam solidaritas sosial bersama para penyintas banjir, galodo dan tanah bergerak di Sumatra dan khususnya Sumbar. Nyawa keluarga, rumah, harta penunjang kehidupan yang hilang ditelan galodo dan banjir. Itulah yang disebut gerakan sosial positif. Paling tidak melaklukan provokasi, inspirasi dan motivasi untuk masalahah (kebaikan) dan konstruktif.
Puasa, seperti yang sudah ditayangkan di atas adalah repleksi tatanan individual sekaligus menyatakan manisfestasi solidaritas-kesetiakawanan di kala haus dan lapar. Sebagai retret kolektif-massal yang memberikan kekuatan ikatan kokoh dengan semua pihak umat dan kemanusiaan.
Dengan begitu individu terdorong lebih peka terhadap penderitaan kaum dhuafa, penyintas musibah dan bencana, mendorong semangat berbagi (sedekah, zakat fitrah) dan kebersamaan, serta membentuk karakter yang lebih baik dalam interaksi sosial (humanisasi, liberasi, dan transendensi), menjadikannya latihan untuk menjadi makhluk sosial yang lebih aktif dalam kebaikan bersama. ***
Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.
Sidang Isbat, KHGT: Menenun Kebersamaan Esensial di Bawah...
Opini - 18 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.