Puasa dan Rekognisi Sosial


Artikel mengenai makna rekognisi Allah dan sosial dalam ibadah puasa, perbedaan penetapan Ramadan 2026, serta pendekatan antr

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.

Minggu, 22 Februari 2026 | Kolom

Buku ini menyoroti bagaimana Islam beradaptasi dengan budaya lokal di Maroko. Pengamatan Geerz di negeri Maghribi ini menangkap cerminan fenomena simbolik dan interpertasi (makna) cenderung skripturalis dan berpusat pada negara. Sementara di Indonesia (Jawa) lebih akulturataif, sinkretis, sufistik, dan tersebar dalam Masyarakat yang larut ke dalam sub-kebudayaan (yang waktu itu disebutnya) abangan, santri dan priayi. Sepertinya hal ini merujuk ke penelitiannya di Mojokuto 1953, 1954.

Lalu, berikut buku Geertz 1968 itu, kalau direview agaknya sekarang sudah berubah. Baik di Maroko maupun Indonesia. Artinya rekognisi agama oleh negara terus berkembang. Boleh jadi di Maroko ada pasang naik-turun, begitu pula di Indonesia yang bukan hanya Jawa.

Hijau Royo-royo dan Kerukunan

Terutama setelah terjadinya “hijau royo-royo” di penggalan akhir Orde Baru. Lalu, semakin populer budaya syar’i, busana, makanan halal, ekonomi, keuangan dan perbankan syariah. Lahirnya Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dengan Undang-undang yang disyahkan DPR 26 Agustus 2025.

Artinya rekognisi negara terhadap agama semakin bekembang. Yang mesti dipelihara bukan hanya oleh negara tetapi kekuatan Masyarakat bagaimana rekognisi tersebut tidak menimbukan hal yang yang kontra-produktif terhadap kerukunan hidup beragama. ***

Halaman:
1 2

Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.

Bagikan:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam...

Opini - 08 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...

Opini - 01 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk mengh

Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan

Opini - 25 Agustus 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA

Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Menanam Negarawan, Merawat Republik

Opini - 05 Agustus 2026

Oleh: Shofwan Karim

Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.