Maka Idul Fitri yang sesungguhnya bukan hanya soal baju baru, ketupat, dan saling memaafkan. Ia adalah momen kembali kepada fitrah: membersihkan batin, memperbarui niat, dan melanjutkan hidup dengan keseimbangan — antara dunia dan akhirat, antara ibadah dan ikhtiar, antara hati yang tenang dan tangan yang terus bekerja.
Itulah pesan Hamka. Itulah pesan Ramadhan dan Idul Fitri yang — semoga — kita bawa sepanjang tahun.*
Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumatera Barat
Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan
Opini - 25 Agustus 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA
Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...
Opini - 30 Juli 2026
Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.
Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...
Opini - 11 Juli 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
UU Tipikor Masih Lex Specialis? Membaca Ancaman Nyata KUHP...
Opini - 23 Juni 2026
Oleh: Dzikri Aziz Rahman