Maka Idul Fitri yang sesungguhnya bukan hanya soal baju baru, ketupat, dan saling memaafkan. Ia adalah momen kembali kepada fitrah: membersihkan batin, memperbarui niat, dan melanjutkan hidup dengan keseimbangan — antara dunia dan akhirat, antara ibadah dan ikhtiar, antara hati yang tenang dan tangan yang terus bekerja.
Itulah pesan Hamka. Itulah pesan Ramadhan dan Idul Fitri yang — semoga — kita bawa sepanjang tahun.*
Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumatera Barat
Sidang Isbat, KHGT: Menenun Kebersamaan Esensial di Bawah...
Opini - 18 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Nuh A.S.: Kesabaran dalam Gelombang
Esai - 16 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Palestina: Sejarah yang Disingkirkan, Keadilan yang...
Kolom - 05 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.