Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam Eskatologi Islam


Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Wantim MUI Sumbar, 2000-2025 | Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Kamis, 08 Oktober 2026 | Opini

Di dalam Islam, rangkaian siklus eksistensi manusia dimulai dari alam arwah, ruh manusia diciptakan sebelum masuk ke jasad. Lalu alam rahim, alam kandungan tempat penyempurnaan jasad dan pencatatan takdir. Lahirlah manusia. Setelah itu, setiap orang pasti bertanya: Ke mana kita akan pergi?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut terangkum dalam konsepsi eskatologi, yaitu kajian tentang hidup di dunia, berpisah nyawa dari tubuh-jasmani, keadaan sesudah mati, hari kebangkitan, hingga kehidupan abadi di akhirat. Bagi kaum beriman, kematian bukanlah akhir dari eksistensi manusia, melainkan pintu memasuki fase kehidupan yang baru.

Kehidupan manusia dimulai dari alam kesaksian: dunia sebagai tempat ujian. Dalam perspektif Islam, kehidupan yang sedang dijalani saat ini disebut alam musyahadah, yaitu alam yang dapat disaksikan oleh pancaindra. Di sinilah manusia hidup, bekerja, berkeluarga, membangun peradaban, dan menjalani seluruh dinamika kehidupannya.

Namun Islam memandang dunia bukan sebagai tujuan akhir. Dunia hanyalah tempat ujian yang menentukan kualitas kehidupan manusia pada fase berikutnya. Allah SWT berfirman:

"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2).

Ayat ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan manusia bukan terletak pada banyaknya harta atau tingginya jabatan, melainkan pada kualitas amal yang dilakukan selama hidupnya.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan agar manusia tidak terlalu larut dalam kenikmatan dunia. Beliau bersabda:

"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seorang pengembara." (HR. Bukhari).

Hadis ini memberikan pesan mendalam bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Seorang musafir tidak akan membangun rumah permanen di tempat singgahnya. Demikian pula seorang mukmin seharusnya mempersiapkan bekal untuk perjalanan menuju kehidupan yang lebih panjang dan kekal.

Al-Qur'an menegaskan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian. "Kullu nafsin dzaiqatul maut" Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. (QS. Ali Imran: 185). Ayat ini mengingatkan bahwa kematian bukan kemungkinan, melainkan kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia tanpa memandang usia, kedudukan, ataupun kekayaan.

Sketsa perjalanan manusia dalam perspektif eskatologi islam, mulai dari alam musyahadah, alam barzakh, hingga kehidupan akhirat sebagai tempat pembalasan yang kekal.
Sketsa perjalanan manusia dalam perspektif eskatologi Islam, mulai dari alam musyahadah, alam barzakh, hingga kehidupan akhirat sebagai tempat pembalasan yang kekal.

Selanjutnya kehidupan melangkah ke alam Barzakh: kehidupan setelah kematian. Ketika ajal tiba, manusia meninggalkan alam musyahadah dan memasuki alam barzakh. Secara bahasa, barzakh berarti pembatas atau sekat antara dua alam. Ia menjadi jembatan yang memisahkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat.

Keberadaan alam barzakh disebutkan secara jelas dalam Al-Qur'an:

Halaman:

Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Wantim MUI Sumbar, 2000-2025 | Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Bagikan:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...

Opini - 01 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk mengh

Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan

Opini - 25 Agustus 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA

Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Menanam Negarawan, Merawat Republik

Opini - 05 Agustus 2026

Oleh: Shofwan Karim

Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.

Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.