Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam Eskatologi Islam


Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Wantim MUI Sumbar, 2000-2025 | Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Kamis, 08 Oktober 2026 | Opini

Pada akhirnya manusia akan menuju tempat tinggal abadinya. Bagi orang-orang beriman tersedia surga yang penuh kenikmatan. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga-surga Firdaus menjadi tempat tinggal." (QS. Al-Kahfi: 107).

Sedangkan bagi mereka yang mengingkari Allah dan menolak kebenaran disediakan azab yang sesuai dengan keadilan-Nya.

Begitulah ikhtisar singkat, semacam sketsa umum, eskatologi Islam mengajarkan bahwa kehidupan manusia sesungguhnya merupakan perjalanan melalui tiga alam: alam musyahadah sebagai tempat beramal, alam barzakh sebagai masa penantian, dan alam akhirat sebagai tempat pembalasan yang kekal.

Kesadaran akan perjalanan ini menjadikan seorang Muslim tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang sementara. Ia memahami bahwa dunia hanyalah ladang menanam, barzakh adalah masa menunggu panen, sedangkan akhirat adalah saat memetik hasilnya.

Karena itu, kematian dalam pandangan Islam bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal perjalanan menuju perjumpaan dengan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27-30).

Ayat inilah yang menjadi harapan terbesar setiap mukmin, bahwa akhir dari seluruh perjalanan hidup adalah kembali kepada Allah SWT dengan membawa iman, amal saleh, dan hati yang bersih. Allahu a'lam. (***)

Halaman:
1 2 3

Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Wantim MUI Sumbar, 2000-2025 | Dosen Pascasarjana UM Sumbar

Bagikan:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...

Opini - 01 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk mengh

Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan

Opini - 25 Agustus 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA

Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Menanam Negarawan, Merawat Republik

Opini - 05 Agustus 2026

Oleh: Shofwan Karim

Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.

Air mata Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026 menjadi simbol dedikasi, keikhlasan, dan akhir sebuah era. Simak refleksi filo

Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...

Opini - 11 Juli 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.