Keberkahan hidup tidak diukur dari seberapa lama kita bercengkrama dengan kawan di bawah temaram lampu kafe, melainkan seberapa cepat kita merespons panggilan Pencipta. Sudah saatnya kita mengembalikan marwah Minangkabau. Mari jadikan Maghrib sebagai momentum untuk pulang. Pulang ke rumah, pulang ke masjid, dan yang terpenting: pulang kepada jati diri kita sebagai hamba yang taat dan berbudaya.
Oleh:
Sefriza Rahma, S.Pd.I
Guru Matematika SMP Negeri 8 Payakumbuh
Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam...
Opini - 08 Oktober 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...
Opini - 01 Oktober 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan
Opini - 25 Agustus 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA
Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...
Opini - 30 Juli 2026
Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.