Keberkahan hidup tidak diukur dari seberapa lama kita bercengkrama dengan kawan di bawah temaram lampu kafe, melainkan seberapa cepat kita merespons panggilan Pencipta. Sudah saatnya kita mengembalikan marwah Minangkabau. Mari jadikan Maghrib sebagai momentum untuk pulang. Pulang ke rumah, pulang ke masjid, dan yang terpenting: pulang kepada jati diri kita sebagai hamba yang taat dan berbudaya.
Oleh:
Sefriza Rahma, S.Pd.I
Guru Matematika SMP Negeri 8 Payakumbuh
Sidang Isbat, KHGT: Menenun Kebersamaan Esensial di Bawah...
Opini - 18 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.