Puasa, Ibadah Universal


Puasa adalah ibadah universal yang hadir dalam berbagai tradisi agama. Dr. Shofwan Karim mengupas makna spiritual puasa dalam

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.

Rabu, 18 Februari 2026 | Kolom

Puasa sebagai ibadah universal yang dimaksud di sini adalah ritual agama yang dilaksanakan oleh pemeluk berbagai agama samawi bahkan agama-agama lain yang disebut ardhi atau agama bumi.

Samawi dan Ardhi. Agama samawi dalam teks dan konteks adalah agama yang memiliki wahyu dari Allah diturunkan kepada Rasul-rasulnya. Lalu Kumpulan wahyu itu terkompilasi di dalam kitab-kitab suci mereka. Maka di dalam disiplin ini dikenal suhuf-suhuf kepada para Rasulullah lainnya dan kitab zabur, injil dan al-Quran kepada Rasulullah, Nabi  Daud, AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.

Ibadah puasa sebagai ibadah universal dinyatakan di dalam Al-Quran, Al Baqarah (2): 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Puasa adalah praktik ibadah universal yang ditemukan dalam hampir seluruh tradisi agama dan kepercayaan besar di dunia, bukan hanya dalam Islam. Secara umum, puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, atau kesenangan duniawi lainnya untuk tujuan spiritual, disiplin diri, atau penyucian jiwa. 

Agama Islam mewajibkan umatnya  menjalankan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketakwaan (taqwa), merasakan penderitaan mereka yang kekurangan, dan melatih kendali diri.

Ternyata puasa bukan hanya milik umat islam. simak ulasan shofwan karim tentang praktik puasa di agama samawi dan ardhi serta nilai universalitas yang menyatukan umat manusia.
Ternyata puasa bukan hanya milik umat Islam. Simak ulasan Shofwan Karim tentang praktik puasa di agama samawi dan ardhi serta nilai universalitas yang menyatukan umat manusia.

Agama Nashrani ada tradisi di umatnya mempraktekkan  puasa bervariasi antar denominasi. Banyak umat Kristen menjalankan puasa atau pantang selama masa Lent (Prapaskah) sebagai bentuk pertobatan dan persiapan menyambut Paskah.

Agama Yahudi mentradisikan Puasa paling utama dilakukan pada hari Yom Kippur (Hari Penebusan), di mana umat Yahudi tidak makan dan minum selama 25 jam untuk memohon ampunan atas dosa-dosa mereka.

Di kalangan pemeluk Hindu, Puasa (disebut Vrata) sering dilakukan pada hari-hari tertentu dalam kalender lunar, seperti Ekadashi, atau saat festival tertentu untuk menghormati dewa-dewi dan menyucikan pikiran.

Pada umat Buddha,  ada  tradisi  menekankan pengendalian diri terhadap makanan. Bahkan para biksu biasanya tidak makan setelah tengah hari sebagai bagian dari disiplin meditasi dan pelepasan urusan keduniawian. 

Halaman:

Oleh:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Pengamat, Dosen Pascasarjana UM Sumbar, Ketua PWM 2015-2022; 2000-2005.

Bagikan:
Tulisan reflektif tentang peran dan pengorbanan prajurit perdamaian Indonesia dalam misi PBB, dari sejarah Kontingen Garuda h

Catatan Seorang Prajurit Perdamaian

Esai - 04 April 2026

Oleh: Sudadi

Refleksi tentang kebahagiaan, iman, dan tanggung jawab sosial dalam perspektif Islam berdasarkan temuan Global Flourishing St

Bahagia, Iman, dan Tanggung Jawab Sosial

Opini - 31 Maret 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.