Minangkabau Tak Perlu Turun Kelas Menanggapi Abu Janda


Minangkabau memiliki tradisi intelektual panjang yang melahirkan banyak tokoh besar bangsa. Polemik dengan figur publik yang

Dewi Kartika

Ibu Rumah Tangga

Sabtu, 30 Mei 2026 | Opini

Minangkabau telah membuktikan dirinya selama puluhan bahkan ratusan tahun sebagai tanah yang melahirkan pemikiran besar. Oleh karena itu, ketika berhadapan dengan kontroversi yang miskin substansi, sikap yang paling bijak mungkin bukan membalas, melainkan melanjutkan tradisi berpikir yang telah membuat Minangkabau dihormati hingga hari ini.

Sebab pada akhirnya, masyarakat yang matang tidak diukur dari seberapa sering mereka bereaksi terhadap provokasi, melainkan dari kemampuannya menentukan mana yang layak diberi perhatian dan mana yang cukup dibiarkan berlalu.

Halaman:
1 2

Oleh:
Dewi Kartika
Ibu Rumah Tangga

Bagikan:
Esai keagamaan tentang Sidang Isbat, Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT, perbedaan metode rukyat dan hisab, serta pent

Sidang Isbat, KHGT: Menenun Kebersamaan Esensial di Bawah...

Opini - 18 Mei 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Esai reflektif tentang makna senioritas, pengalaman hidup, keteladanan, dan pentingnya hubungan saling menghormati antara gen

Wibawa yang Dibentuk oleh Waktu

Opini - 18 Mei 2026

Oleh: Sudadi

Esai reflektif Shofwan Karim tentang kisah Nabi Nuh A.S. sebagai teladan kesabaran, keteguhan iman, dan bahtera penyelamat di

Nuh A.S.: Kesabaran dalam Gelombang

Esai - 16 Mei 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.

Esai opini tentang sejarah Palestina, konflik politik, dan ketidakadilan global yang ditulis oleh Shofwan Karim.

Palestina: Sejarah yang Disingkirkan, Keadilan yang...

Kolom - 05 Mei 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.