Minangkabau telah membuktikan dirinya selama puluhan bahkan ratusan tahun sebagai tanah yang melahirkan pemikiran besar. Oleh karena itu, ketika berhadapan dengan kontroversi yang miskin substansi, sikap yang paling bijak mungkin bukan membalas, melainkan melanjutkan tradisi berpikir yang telah membuat Minangkabau dihormati hingga hari ini.
Sebab pada akhirnya, masyarakat yang matang tidak diukur dari seberapa sering mereka bereaksi terhadap provokasi, melainkan dari kemampuannya menentukan mana yang layak diberi perhatian dan mana yang cukup dibiarkan berlalu.
Oleh:
Dewi Kartika
Ibu Rumah Tangga
Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam...
Opini - 08 Oktober 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...
Opini - 01 Oktober 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.
Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan
Opini - 25 Agustus 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA
Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...
Opini - 30 Juli 2026
Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.