Minangkabau telah membuktikan dirinya selama puluhan bahkan ratusan tahun sebagai tanah yang melahirkan pemikiran besar. Oleh karena itu, ketika berhadapan dengan kontroversi yang miskin substansi, sikap yang paling bijak mungkin bukan membalas, melainkan melanjutkan tradisi berpikir yang telah membuat Minangkabau dihormati hingga hari ini.
Sebab pada akhirnya, masyarakat yang matang tidak diukur dari seberapa sering mereka bereaksi terhadap provokasi, melainkan dari kemampuannya menentukan mana yang layak diberi perhatian dan mana yang cukup dibiarkan berlalu.
Oleh:
Dewi Kartika
Ibu Rumah Tangga
Sidang Isbat, KHGT: Menenun Kebersamaan Esensial di Bawah...
Opini - 18 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Nuh A.S.: Kesabaran dalam Gelombang
Esai - 16 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Palestina: Sejarah yang Disingkirkan, Keadilan yang...
Kolom - 05 Mei 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.