Catatan Seorang Prajurit Perdamaian


Tulisan reflektif tentang peran dan pengorbanan prajurit perdamaian Indonesia dalam misi PBB, dari sejarah Kontingen Garuda h

Sudadi

Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979.

Sabtu, 04 April 2026 | Esai

Kabar itu datang dari Lebanon Selatan.
Tiga prajurit Indonesia gugur dalam tugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon.

Nama-nama mereka disebut:

  • Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
  • Sertu Muhammad Nur Ichwan
  • Praka Farizal Rhomadhon

Namun setelah kabar itu lewat, kita sering berhenti hanya pada duka.

Padahal ada pertanyaan yang lebih dalam:
apa sebenarnya yang mereka lakukan di sana?

Indonesia tidak tiba-tiba berada di Lebanon.
Jalan itu telah dibuka sejak 1957, ketika bangsa ini mengirim Kontingen Garuda ke Mesir dalam misi United Nations Emergency Force.

Sejak itu, ribuan prajurit datang dan pergi, menapaki jalur yang sama—jalur yang jarang disorot, tetapi tidak pernah benar-benar sepi.

Mereka bukan pasukan yang dikirim untuk menaklukkan.

Mereka hadir untuk berdiri di antara dua pihak yang saling curiga, menjaga jarak agar kemarahan tidak berubah menjadi perang.

Saya pernah berada di jalan itu. Tahun 1978–1979, di Sinai, di sebuah zona penyangga antara Mesir dan Israel. Hamparan pasir luas yang masih menyisakan ranjau, pos jaga yang sunyi, dan malam yang terasa panjang.

Sebagian dari kami masih mahasiswa—anggota Resimen Mahasiswa yang direkrut dalam dua gelombang untuk memperkuat Kontingen Garuda VIII.

Kami datang dengan semangat, tetapi belum sepenuhnya memahami arti dari tugas itu.

Halaman:

Oleh:
Sudadi
Veteran Perdamaian. Ia pernah bertugas dalam Pasukan Perdamaian PBB Garuda VIII/UNEF-Sinai, Mesir, Timur Tengah pada 1978-1979.

Bagikan:
Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Menuju Keabadian: Sketsa Perjalanan Manusia dalam...

Opini - 08 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Kemaslahatan Multidimensi: Menenun Kesehatan Melalui...

Opini - 01 Oktober 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk mengh

Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan

Opini - 25 Agustus 2026

Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA

Opini Shofwan Karim mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana pembentukan negarawan dan penguatan kualitas kepemimpinan n

Menanam Negarawan, Merawat Republik

Opini - 05 Agustus 2026

Oleh: Shofwan Karim

Opini mengenai pentingnya otomasi kendali suhu dan pencahayaan pada ruang racik obat menggunakan mikrokontroler dan algoritma

Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...

Opini - 30 Juli 2026

Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.