Membaca alam dengan kacamata teologis, syar'i, dan sufistik menuntut kita untuk sadar bahwa merusak lingkungan adalah bentuk pelanggaran spiritual yang menjauhkan manusia dari rahmat Allah. Masa depan iklim ditentukan oleh tindakan kita hari ini. Menjaga bumi bukan lagi sekadar pilihan logis untuk bertahan hidup, melainkan sebuah refleksi dari keimanan yang mendalam, sebuah sujud panjang di atas sajadah bumi yang terhampar luas. (*)
Oleh:
Shofwan Karim
Wakil Ketua MLH PP Muhammadiyah dan Dosen Pascasarjana UM Sumbar
Maulid Nabi dan Jalan Panjang Menghidupkan Keteladanan
Opini - 25 Agustus 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA
Ruangan Kecil Berisiko Besar: Saatnya Ruang Racik Obat Kita...
Opini - 30 Juli 2026
Oleh: Muhamad Akrivastin Hawaari, Rahmat Rasyid, M.Si.
Tangis Ronaldo dan Pelajaran Ikhlas dari Piala Dunia 2026:...
Opini - 11 Juli 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
UU Tipikor Masih Lex Specialis? Membaca Ancaman Nyata KUHP...
Opini - 23 Juni 2026
Oleh: Dzikri Aziz Rahman