Mimbar Minang: Pak Bupati, bagaimana kondisi terkini Kabupaten Agam pascabencana?
Bupati Agam: Kondisi masih memprihatinkan. Banyak infrastruktur yang rusak parah, akses jalan terputus, dan ribuan warga masih mengungsi. Kami sudah menyatakan status tanggap darurat dan memperpanjangnya hingga Januari 2026.
MM: Apa tantangan terbesar dalam penanganan bencana ini?
BA: Tantangan terbesarnya adalah keterbatasan anggaran. Jujur saja, anggaran penanganan bencana kami sudah tidak ada. Dana APBD untuk kebencanaan sudah terserap di awal tahun untuk penanganan bencana sebelumnya. Kami sangat bergantung pada bantuan provinsi dan pusat.
MM: Bagaimana dengan bantuan dari pemerintah pusat?
BA: Bantuan sudah mulai mengalir, tapi belum mencukupi untuk seluruh kebutuhan. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian terkait. Namun prosesnya membutuhkan waktu, sementara kebutuhan di lapangan sangat mendesak.
MM: Apa harapan Bapak ke depan?
BA: Saya berharap pemerintah pusat segera menetapkan bencana Sumatera sebagai bencana nasional. Dengan penetapan itu, penanganan akan lebih terkoordinasi dan bantuan bisa lebih cepat turun. Kami juga berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk membantu Agam bangkit dari keterpurukan ini.
MM: Ada pesan untuk masyarakat Agam?
BA: Kepada masyarakat Agam, tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan ini. Pemerintah daerah akan terus bekerja keras untuk pemulihan. Kami minta masyarakat juga tetap waspada karena cuaca masih belum stabil. Keselamatan adalah prioritas utama.
Oleh:
Tim Redaksi Mimbar Minang
Redaksi
Kolom - 18 Februari 2026
Oleh: Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., M.A.
Yuhanes Bastian Roja di Tengah Erosi Kepedulian
Opini - 11 Februari 2026
Oleh: H. Irman Gusman, SE., MBA.
Membaca yang Tersurat dan Tersirat Presiden Prabowo masuk...
Opini - 04 Februari 2026
Oleh: H. Irman Gusman, SE., MBA.