Wawancara Bupati Agam: Nyatakan Darurat, Anggaran Penanganan Sudah Tak Ada


Bupati Agam dalam wawancara eksklusif

Tim Redaksi Mimbar Minang

Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 | Wawancara

Mimbar Minang: Pak Bupati, bagaimana kondisi terkini Kabupaten Agam pascabencana?

Bupati Agam: Kondisi masih memprihatinkan. Banyak infrastruktur yang rusak parah, akses jalan terputus, dan ribuan warga masih mengungsi. Kami sudah menyatakan status tanggap darurat dan memperpanjangnya hingga Januari 2026.

MM: Apa tantangan terbesar dalam penanganan bencana ini?

BA: Tantangan terbesarnya adalah keterbatasan anggaran. Jujur saja, anggaran penanganan bencana kami sudah tidak ada. Dana APBD untuk kebencanaan sudah terserap di awal tahun untuk penanganan bencana sebelumnya. Kami sangat bergantung pada bantuan provinsi dan pusat.

MM: Bagaimana dengan bantuan dari pemerintah pusat?

BA: Bantuan sudah mulai mengalir, tapi belum mencukupi untuk seluruh kebutuhan. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian terkait. Namun prosesnya membutuhkan waktu, sementara kebutuhan di lapangan sangat mendesak.

MM: Apa harapan Bapak ke depan?

BA: Saya berharap pemerintah pusat segera menetapkan bencana Sumatera sebagai bencana nasional. Dengan penetapan itu, penanganan akan lebih terkoordinasi dan bantuan bisa lebih cepat turun. Kami juga berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk membantu Agam bangkit dari keterpurukan ini.

MM: Ada pesan untuk masyarakat Agam?

BA: Kepada masyarakat Agam, tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan ini. Pemerintah daerah akan terus bekerja keras untuk pemulihan. Kami minta masyarakat juga tetap waspada karena cuaca masih belum stabil. Keselamatan adalah prioritas utama.

Oleh:
Tim Redaksi Mimbar Minang
Redaksi

Bagikan:
Sefriza Rahma, S.Pd.I

Maghrib yang Tergadai: Paradoks Senja di Tanah Minang

Opini - 18 Januari 2026

Oleh: Sefriza Rahma, S.Pd.I

Sefriza Rahma, S.Pd.I

Di Ujuang Sanjo, Lalai ka Gantuangan

Feature - 18 Januari 2026

Oleh: Sefriza Rahma, S.Pd.I

Stasiun Halaban, saksi bisu perjuangan kemerdekaan

Halaban: Penyambung Nafas Republik yang Terlupakan

Esai - 31 Desember 2025

Oleh: Prof. Dr. Gusti Asnan

Suasana Zona KHAS di kawasan Pantai Padang
Ilustrasi pekerja di Sumatera Barat

UMP Naik, Sudahkah Cukup untuk Hidup Layak di Sumbar?

Opini - 31 Desember 2025

Oleh: Ir. Fauzan Malik, M.E.