PADANG PARIAMAN, MimbarMinang.com -- Warga Nagari 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di aliran Sungai Batang Anai pada Sabtu (24/1/2026) siang.
Kerangka yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan tertimbun material sisa bencana tersebut diduga kuat merupakan korban banjir bandang (galodo) yang menghantam kawasan Lembah Anai dan Padang Panjang pada akhir November 2025 lalu.
Penemuan bermula sekitar pukul 13.41 WIB, ketika seorang warga yang melintas di tepian sungai melihat tulang belulang menyembul dari tumpukan tanah dan pasir. Curiga dengan temuan itu, saksi mata segera melaporkan ke pihak berwenang.
Evakuasi Berlangsung Dramatis
Merespons laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari Polsek 2X11 Enam Lingkung, BPBD Padang Pariaman, PMI, dan TNI segera terjun ke lokasi. Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati memisahkan kerangka dari material berat seperti batu, kayu gelondongan, dan endapan lumpur keras.
Kapolsek 2X11 Enam Lingkung, Iptu Deni Kurniawan, menjelaskan bahwa kehati-hatian sangat diperlukan untuk menjaga kondisi kerangka agar tidak semakin rusak, mengingat kondisinya yang sudah rapuh dan terpisah-pisah.
"Di antara kerangka itu ada tanah, pasir, batu, dan kayu. Kami harus hati-hati dalam evakuasi agar bagian tubuh tidak semakin rusak dan mempermudah proses identifikasi nantinya," jelas Iptu Deni.
Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, proses evakuasi akhirnya rampung pada pukul 16.40 WIB. Kerangka tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi forensik lebih lanjut.
Baca juga: Pemkab Tanah Datar Mulai Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak ke Huntara
Jejak Tragedi November
Penulis: Nendo Putra
Editor: Feni Efendi