PADANG, MimbarMinang.com -- Semen Padang FC menelan kekalahan telak 0-3 dari Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-21 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026). Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Kabau Sirah yang sebelumnya mencatatkan tren positif tiga laga tanpa kekalahan.
Dominasi Tanpa Gol di Babak Pertama
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik terutama pada babak pertama. Tim tamu mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang melalui Kiaz Gonzalez Froese dan Guilermo Fernandez Hierro.
"Kalau lihat skornya mungkin terlalu tinggi. Babak pertama kita mendominasi dan punya banyak peluang. Secara taktik kita main bagus sekali," ujar Dejan.
Namun dominasi tersebut tidak membuahkan gol. Arema FC justru menghukum kesalahan Semen Padang pada menit ke-28. Gol pertama tuan rumah lahir dari situasi lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Kabau Sirah.
Counter Attack Mematikan Arema
Memasuki babak kedua, Semen Padang mencoba bangkit. Namun kesalahan dalam membaca serangan balik kembali menjadi petaka. Menit ke-51, Gustavo Franca mencetak gol kedua lewat counter attack cepat. Tujuh menit kemudian, Vinicius melakukan solo run tanpa pengawalan berarti sebelum memastikan keunggulan 3-0 untuk Singo Edan.
"Sekali lagi kita salah antisipasi counter attack. Itu yang membuat hasil ini jadi berat," ujar Dejan.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC masih terpuruk di peringkat ke-16 dengan koleksi 15 poin dari 21 pertandingan dan tetap berada di zona degradasi. Sementara Arema FC naik ke peringkat ke-9 dengan 30 poin.
Fokus Bangkit Lawan Malut United
Dejan Antonic menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan dan harus segera bangkit menghadapi laga berikutnya melawan Malut United FC pada Jumat (20/2/2026) di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Pemain Semen Padang, Ripal Wahyudi, menyebut kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh skuad untuk tampil lebih baik di sisa kompetisi. (Red)
Penulis: Feni Efendi
Editor: Niksen
Sumber: ANTARA Sumbar